Diet Mayo: Menantang diri sendiri untuk konsisten dan disiplin

Assalamu’alaikum…. ^_^

Harus pake salam dulu sebelum bikin postingan baru, karena sudah satu tahun lebih nggak menjamah blog ini. Siapa tau ada penunggunya. hihihi 😛

Jadiii….ceritanya saya mau bikin semacam diary untuk Diet Mayo yg sedang saya jalankan. Tapi apa daya, karena kesibukan yang segunung (halah) gagal deh bikin diary. Yasudlah, sharing pengalamannya aja.

Awal tau tentang diet ini dari teman kantor, yang liat postingan Fitri Tropica yang berhasil turun 5 kg dalam waktu 2 minggu. Saya langsung tertarik untuk ikut. Saya pikir, ah, gampang…kan makanannya dikasih mayonnaise. Secara saya penyuka mayonnaise. hahahaha….Tapi ternyata, oh ternyata…Mayo itu bukan mayonnaise, tapi nama klinik di USA.hehe

Apa itu Diet Mayo? Mungkin udah banyak yang tau, jadi saya cerita sedikit aja. Diet Mayo berasal dari USA. Mayo Clinic di USA adalah nama yang mengenalkan diet yang satu ini. Diet mayo ini menjanjikan penurunan berat badan antara 5-8 kg dalam waku yang cukup singkat, yaitu 13 hari. Pantangan untuk diet ini adalah garam, nasi, dan air es. Nah, lho? Padahal saya penyuka 3 hal itu. Langsung pengen mundur aja. Rasanya nggak mungkin 13 hari tanpa semua ituuu *nangis sesenggukan di pojokan*
Tapi teman saya memberi semangat dan dia bersedia ikut diet itu juga. Bahkan sampai memprintkan menu selama 13 hari. *terharu* :’) Dan akhirnya, mulailah saya browsing dan membaca postingan orang-orang yang pernah ikut Diet Mayo. Rata-rata berhasil turun 5-7 kg. Jadi makin semangat deh. ^_^

Diet ini saya mulai hari Kamis, 11 September 2014. Rabu sore sepulang kerja, saya belanja untuk menu hari pertama. Lunch hari pertama, menunya masih “lempeng”. Prinsipnya tanpa garam nasi. Untuk menu berikutnya saya modifikasi pake merica, bawang bombay, dan cabai. Saya belanja bahan makanan untuk diet, setiap dua hari sekali. Setiap pagi saya masak untuk makan siang, lalu sepulang kerja, saya masak untuk makan sore. Hampir setiap hari seperti itu, kecuali ada acara keluar, saya skip masak sorenya dan ganti dengan buah saja. Referensi menu saya dari blog http://mommiesdaily.com/2014/04/23/turun-5-kg-dalam-13-hari-dengan-diet-mayo

Ini penampakan menu saya selama diet 13 hari

Setiap hari saya memposting foto menu lunch dan dinner di facebook. Dan tanpa disangka-sangka, teman-teman penasaran dan ingin mencoba diet mayo juga.  Sampai-sampai banyak yang chat ke BBM dan WhatsApp. Beberapa hari berjalan, mulai banyak yang tanya udah turun berapa kg.  Saya malah jadi grogi karena banyak yang kepo. Haha…
Saking banyak yang tanya, akhirnya saya update status di FB, kalau saya sudah turun 1,5 kg di hari ke-4.  Lumayanlah yaa… Saya sendiri nggak percaya bisa turun segitu cuma dalam waktu beberapa hari.

Bahkan diawal diet, banyak yang meragukan saya bisa konsisten jalanin diet 13 hari.  Saya jadi makin tertantang buktiin ke teman-teman kalau saya bisa.  And i did it! Yippiiiee…. Dan lagi-lagi banyak yang chat via BBM, WhatsApp, dan FB, bertanya total turun berapa kg. Bahkan ada teman yang katanya ikut deg-degan nunggu kabar dari saya.  hahahaha…..

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Dengan perasaan harap-harap cemas, hari ke-14 saya nimbang. Dan ternyata, oh ternyata, saya cuma turun 3 kg.hiks… Mau bikin pengumuman di FB, takut temen-temen kecewa. Mau pura-pura lupa, tapi saya nggak enak udah janji ke orang banyak. Setelah mengumpulkan segenap keberanian, malamnya saya bikin status di FB yang isinya gini, “Ehm…cuma mau kasih tau sm temen2 yg dari kmrn tanya, hasil diet mayo yg saya jalanin. Sebenernya malu sih, ngasih taunya. Turunnya cuma dikit. Cuma 3 kg *sigh* tapi saya tau sebabnya, knp nggak bs maksimal, jd nggak heran kalo turunnya nggak seperti yg diharapkan 😐 “. Tanpa disangka respon teman-teman sangat positif. Banyak yang ikut senang saya berhasil menurunkan berat badan sampai 3 kg. Tapi tetap saja saya masih belum puas. Soalnya saya beberapa kali cheating saat diet. Seandainya saya benar-benar disiplin, hasilnya pasti lebih baik lagi.

Setelah diet mayo ini, saya mau coba food combining. Sayang kan, udah turun 3 kg, terus naik lagi ke bb awal atau bahkan bb-nya naik. Doakan kali ini lebih sukses ya…. 😀

Diet Mayo: Menantang diri sendiri untuk konsisten dan disiplin

aku. benci. diriku. sendiri

Jika ditanya, “siapa orang yang paling kamu benci di dunia ini?”
Saya dengan mudah dan tegas akan menjawab, “diri saya sendiri!”

Ya, akhir-akhir ini saya merasa benci pada diri saya sendiri. Saya benci diri saya yang lemah, yang terlalu mudah menganiaya pikiran dan hati saya sendiri. Saya terlalu mudah membenci seseorang, yang bahkan belum saya kenal. Saya merasa rendah dan buruk dalam waktu bersamaan.

Saya menyadari sepenuhnya kalau saya hanyalah manusia yang imannya masih lemah. Tapi sungguh, saya tidak ingin membenci dan menyakiti siapapun. Semuanya hanya saya simpan dalam hati. Saya tidak ingin membagi kebencian ini dengan siapapun.

Hanya Allah yang tahu isi hati dan pikiran saya yang sebenar-benarnya. Hanya kepada-Nya saya bisa menceritakan semua yang saya rasakan. Semoga suatu hari nanti, saya bisa mencintai diri saya sendiri, seperti saya mencintai orang tua, saudara, sahabat, dan laki-laki yang saya cintai. Semoga…dan saya yakin saya bisa. :’)

aku. benci. diriku. sendiri

Separuh Jiwa (?)

Berawal dari membaca tweet seseorang, saya menjadi sedikit memahami arti “separuh jiwa”, yang digunakan untuk menyebut pasangan hidup dan pemilik hati kita. Bahwa sesungguhnya pasangan kita itu yang melengkapi kita. Membuat kita merasa utuh. Tidak seharusnya berpasangan hanya untuk membunuh kesepian semata.

Dan saya juga menyadari, bahwa selama ini saya begitu kesepian dan bukan jatuh hati. Tapi bukankah manusiawi kalau kita merasa kesepian? Adakah orang yang tidak pernah merasakannya? Apakah salah, kalau kita memanfaatkan orang lain untuk melawan kesepian? Memanfaatkan rasa sayang orang tersebut kepada kita? Sementara kita menunggu “separuh jiwa” yang bisa membuat kita merasa utuh. Bukan hanya seseorang yg dapat menemani di setiap kesepian kita.

Tapi pernahkah kita berpikir, kalau mungkin saja, dia yg menemani setiap kesepian kita, adalah “separuh jiwa” kita. Ternyata dia begitu dekat dan kita tidak tahu…

Separuh Jiwa (?)

40 Menit 56 Detik

Malam itu, pukul 21.48 kamu meneleponku, dan kita berbincang selama 40 menit 56 detik. Cukup lama untuk percakapan antara dua orang yang belum terlalu lama kenal. Tapi tidak cukup lama untuk sepasang kekasih (pengalaman pribadi). 🙂

Sejujurnya aku agak terkejut membaca namamu terpampang di layar ponselku. Sudah lebih dari dua minggu setelah telepon terakhirmu. Aku pikir kamu sudah lupa punya “kenalan” bernama Isna. :p
Katamu, kamu masih di kantor. Aku sedikit terkejut karena jam segitu kamu masih di kantor. Ternyata kamu menginap disana. “Aku sambil makan ya,” katamu saat itu, dan mulailah kita berbincang.

Aku tidak terlalu ingat apa saja yang kita bicarakan. Kita bercerita banyak hal. Ada dua hal yang sangat aku ingat. Yang pertama, aku menegurmu dengan bercanda saat kamu bersendawa. Reaksimu membuatku sedikit tidak enak hati. Kamu minta maaf berkali-kali karena menurutmu kamu “kurang ajar”. Padahal aku hanya bercanda. Aku penasaran, sebenarnya kamu minta maaf untuk apa. Apa kamu merasa punya salah padaku? Entahlah…biarkanlah itu jadi misteri saja. 🙂

Yang kedua, kamu bertanya kenapa aku belum menikah. Itu pertanyaan yang paling menyebalkan dan terlalu sering aku dapatkan. Tapi aku tidak merasa jengkel saat kamu menanyakannya. Aku hanya merasa heran saja, kenapa kamu bertanya seperti itu. Padahal kamu sendiri belum menikah dan setahuku belum punya calon istri. *tersenyum manis*

Aku sempat bingung mau menjawab apa, karena aku sedang malas menjawab panjang lebar masalah itu. Aku hanya menjawab “nggak tahu”
Katamu, mungkin karena aku galak pada para lelaki yang mendekatiku. Aku tertawa dan menjawab “enggaklah…”
Karena sebenarnya aku lemah pada laki – laki yang baik dan perhatian. Ya, aku suka diperhatikan. Tapi, wanita mana yang tidak suka diperhatikan. Alasanku sebenarnya adalah karena selama ini hampir semua laki – laki yang mendekatiku, tidak ada yang serius. Aku tidak merasakan ketulusan, cinta, dan keseriusan mereka dalam menjalin hubungan. Tidak ada yang berani menghadap orang tuaku. Hanya lelaki pilihan ibuku yang berani melakukannya, tapi sayangnya aku tidak merasa cocok dengan lelaki tersebut. Well, tadinya aku tidak ingin mengungkapkannya, tapi sekarang kamu jadi tahu, kan? 🙂

Intinya aku menunggu. Menunggu lelaki yang serius ingin meminangku dan tentunya harus yang membuatku nyaman. Apa aku hanya menunggu? Tentu tidak. Aku juga berusaha. Tapi bagaimanapun aku berusaha, keputusan ada di tangan lelaki. Tidak mungkin kan, aku yang datang melamar calon suamiku nantinya.

Lalu aku bertanya padamu, “gantian nih aku tanya. Kalau kamu, kenapa kamu belum nikah?”
Kamu hanya tertawa pelan dan berkata kalau bingung harus menjawab apa. Dan kemudian aku menjawabnya untukmu. Aku merasa kamu juga sedang menunggu. Aku tahu (atau mungkin saja sok tahu) kalau kamu sedang menunggu jawaban dari wanita pilihanmu. Lagi – lagi kamu hanya tertawa.

Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah benar tebakanku? Jika iya, pada akhirnya kita sama – sama saling menunggu. Sudah berapa lama kamu menunggu? Mau sampai kapan kamu menunggu? Aku doakan semoga penantianmu tidak sia – sia. Karena, jika hatimu terluka, ada hati yang terluka juga disini. Entah karena rasa sayang atau hanya kasihan, aku sendiri juga tidak tahu.

Semoga, saat kita pada akhirnya dapat bertemu, kita dapat berteman. Bukan hanya sekedar “kenalan” seperti yang aku katakan malam itu. Dan aku bukan hanya sekedar “pelarian” karena wanita pilihan hatimu itu mengacuhkanmu. *tersenyum dengan anggun*

*teruntuk kamu, yang telah sedikit mengisi ruang di hatiku*

40 Menit 56 Detik

18 Januari 2013 yang tak terlupakan

Pagi itu, hujan turun deras sekali. Saya memakai jas hujan dan bersiap berangkat ke kantor. Sebelum memakai helm, saya memastikan penutup kepala jas hujan terpasang dengan benar. Saat di depan kaca, saya melihat wajah saya agak pucat. Dan entah kenapa tiba-tiba saja terbersit pemikiran, kalau saat meninggal nanti, wajah saya pasti seperti ini. Tapi kemudian saya tertawa kecil, memulas lipstik, dan segera berangkat ke kantor.

Seperti biasanya, lalu lintas cukup padat karena banyaknya orang yang berangkat kerja. Semuanya lancar, sampai tiba-tiba ada pengendara motor yang mendahului saya dari sebelah kanan. Karena motornya terlalu mepet dengan motor saya, spion kanan motor saya tersangkut jas hujan orang tersebut, dan jatuhlah saya ke aspal yang keras. Saya tidak terlalu ingat kronologisnya, tapi saya merasakan ada motor yang lewat di atas kepala saya. Keadaan saya saat itu tengkurap di aspal, karena terlempar dari motor sejauh kira-kira satu meter. Saya tidak bisa bergerak sampai ada seorang ibu yang membantu saya untuk bangun dan berjalan ke pinggir. Orang-orang, termasuk pengendara motor yang menyebabkan saya jatuh, berkerumun di sekitar saya. Mereka bertanya bagaimana kondisi saya, apa ada yang sakit, dan sebagainya. Saya merasakan nyeri di punggung tangan kanan, siku kiri, dan paha kanan. Ternyata jas hujan saya robek di bagian siku kiri, sehingga siku saya berdarah. Punggung tangan kanan lecet-lecet dan paha dan betis kanan nyeri, yang ternyata terkilir. Kerusakan motor, spion kanan lepas dan footstep bengkok. Tapi diatas semuanya, yang membuat saya masih bisa bersyukur adalah, saya masih hidup. Dan tiba-tiba, saya teringat kilasan kejadian sewaktu berkaca di rumah. Mungkin itu semacam firasat.

Tapi apapun itu, saya harus mengucap syukur alhamdulillah. Allah SWT masih memberi kesempatan saya untuk beribadah lebih baik lagi, memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan menebus dosa-dosa saya yang banyak ini.

Ah…lega sekali sudah menuliskan pengalaman saya ini. Semoga ini bisa menjadi pengingat, terutama untuk diri saya sendiri, bahwa kematian sangatlah dekat dan janganlah menyia-nyiakan hidup yang diberikan Tuhan kepada kita.

18 Januari 2013 yang tak terlupakan

1st Anniversary of Serapium

Bismillah…

Bingung mau nulis apa, karena tadinya saya nggak ada rencana ikut nulis ttg 1st Anniversary of Forum Buku Kaskus Serapium.

First of all, saya harus ngucapin selamat dulu. Selamat buat Forum Buku Kaskus Serapium tercinta, akhirnya sampai jg di usianya yg pertama. Semoga makin hebat dan panjang usianya. Aamiin…*pray*

Pertama kali mulai nimbrung di lounge forbuk, yg saat itu msh bernama “book review”, kalo nggak salah sekitar bulan November 2011. Sebelumnya saya cm singgah sebentar di forum-forum lainnya, lalu saya terpikir untuk mencari forum buku. “Masa situs sebesar kaskus nggak pny forum buku sih.” pikir saya saat itu. Dan ternyata memang benar. Memang benar kalo forum buku itu belum ada. 😐

Setelah mengubek-ubek hampir semua forum, ketemu jg subforum “book review” yg saat itu di bawah forum education. Pertama kali masuk, saya disambut dgn ramah oleh hampir semua seraper. Seingat saya, yg sering ngobrol sm saya, Pooh Dan a.k.a daninovinadi (enthu kedua) dan luna (peacekeeper). Bahkan saat itu, saya sempat memanggil luna dgn sebutan bunda, krn dia sdh pny anak dan saya pikir lbh tua dr saya. 😀

Setahun menjadi seraper, saya blm bisa memberi sesuatu ke serapium 😦 pdhl serapium sdh memberi banyak ke saya. Yg paling berharga adalah teman-teman baru dan pengetahuan baru. Saya jg sempat “jatuh sayang” pada sesama seraper, dibohongi, dan sampai kemudian patah hati. Hahahahahahahahahammer

Hal yg paling berkesan, selain hubungan pertemanan dan cinta antar seraper adalah SRC 2012. Meskipun dengan sangat menyesal saya tdk dpt menyelesaikannya, saya tetap merasa bangga prnh menjadi pemenang bulanan. :’D Tapi diatas segala kesedihan, air mata dan kekecewaan yg prnh dan mgkn nanti masih akan saya rasakan, saya sayang kalian semua. Semoga kita semua tambah solid dan kompak. *peluk*

Sepertinya cukup sekian saja. Sebenarnya masih buanyaakk yg ingin saya ceritakan, tp nanti pasti pada bosan. 😐 oiya, semoga suatu saat nanti luna mau pulang lagi ke serapium. Serapium itu bagai rumah ketiga saya. Kalau sampai ada yg pergi, rasanya seperti pergi dari rumah.

Thanks for reading. XOXO

1st Anniversary of Serapium