Perempuan yang Gemar Melupa

Tidak ada kalimat yang bisa saya ungkapkan selain, saya juga perempuan yang gemar melupa. :’)

Iit Sibarani | Akar Pikiran

: Teruntuk perempuan yang gemar melupa,

Bukan kali pertama kau dapati surat dariku, bukan? Kuharap kau masih ingat beberapa surat atau celotehan singkat yang kutunjukkan untukmu. Perihal kecemasanku atas cemas-cemasmu yang kian ganas.

Jika saja bisa, ingin sekali kudekap dirimu erat-erat hingga rasa cemasmu menghilang dan kau mampu tertidur pulas. Tapi kau selalu menolakku dengan berkata, “tidak, aku baik-baik saja, atau “tidak, aku masih kuat,” atau kata-kata penguatan lainnya yang terdengar sangat hebat. Bravo! Kau memang perempuan hebat, tapi percayalah sayang, kau bukanlah perempuan yang selamanya mampu kuat.

Aku paham benar, perihal kau yang tak pernah lelah mencoba memperbaiki dirimu yang serba kurang. Kau bukan perempuan yang memiliki segala, dengan prestasi yang tak lagi ada,  gelimang harta yang tak mampu kauhasilkan, dan juga fisik yang bisa dibilang sangat biasa. Tapi percayalah, sayang. Kau memiliki hati yang luar biasa. Hati yang tak banyak orang-orang mampu memilikinya.

Kau perempuan yang begitu tabah, meski…

View original post 381 more words

Advertisements
Perempuan yang Gemar Melupa

Where’s my happiness?

Gara – gara baca tweetnya mas Andi Gunawan: “@NDIGUN: I owe myself a happiness. I’ll pay it. I know I will.”, jadi kepikiran tentang kebahagiaan diri sendiri.

I think i owe myself a happiness too. No, it’s not like i feel the lack of gratitude. I know that i’m so blessed. I have a good family (even sometimes we’re fighting, but i do love them no matter happens), great friends, nice boyfriend (?). Oh, let’s forget the last person i’ve mentioned.

I’m surrounding by a lot of love and i should be very happy. But the fact is i’m not so happy. It’s hard to explain. But, i forgot the last time i sleep tight, have a nice dream, and wake up with a very nice feeling. It feels like years i didn’t sleep well.

That’s why i owe myself a happiness. Not just a single, but many happiness if possible. Yea, i think i’ll pay it. I know i can. I should, no, i must…

Where’s my happiness?

You Know You’re in Love When…

In Between

… cheesy love songs finally make sense.

… every little thing (s)he does draws a smile on your face.

… it turns you from a bitter person into a better one.

… you tear down every wall you’ve built though you know it will leave you unprotected.

… you start listening to your feelings, and eventually, your heart.

… you stop playing games and jut let things happen.

… you just don’t care about rules, terms and conditions anymore.

… you’re willing to sacrifice precious sleeping hours just to talk with him/her.

… you look into each other’s eyes and the universe slowly fades away.

 

Last but not least,

When you’re in love…

…you just know.

 

And that’s how I know that I love you. Yes, you.

View original post

You Know You’re in Love When…

Maukah Kamu Mengingatku?

Dari: Aku
Kepada: Kamu

Hai, kamu yang ada disana. Hujankah disana?

Apa kabar? Semoga kamu sehat selalu. Aku disini baik-baik saja, meskipun tak ada lagi canda kita. Sudah beberapa bulan ini aku tidak mendengar kabarmu. Aku ingin meneleponmu, tapi aku takut. Aku takut menangis saat mendengar suaramu.

Apa kamu masih mengingat kita? Aku masih, dan sering. Aku tahu kamu sangat sibuk, tapi maukah kamu mendengar permintaanku? Aku cuma ingin kamu mengingatku. Tak perlu mengingat kita.

Maukah kamu mengingatku?

Maukah Kamu Mengingatku?