THE ETERNITY

null
Penulis : Douglas Preston & Lincoln Child
Penerbit : Dastan Books
Jumlah Halaman : 624 halaman
Tahun Terbit : 2008

Dua belas ceruk, tiga mayat dalam satu ceruk. Semuanya dimutilasi dengan cara yang sama, di bagian leher, pundak, dan pinggang. Semua kerangka menunjukkan trauma parah pada cakram sumsum tulang belakang bagian bawah….

*****
Dr. Nora Kelly seorang arkeolog yang bekerja di Museum Sejarah Alam New York, dikejutkan oleh kedatangan seorang Agen FBI bernama Pendergast. Pendergast memaksa Nora untuk membantunya menyelidiki sebuah situs arkeologi, berusia seratus tahun lebih di Manhattan. Situs yang dimaksud ternyata adalah kuburan belulang, yang tanpa sengaja ditemukan di lokasi pembangunan apartemen, oleh pekerja perusahaan kontraktor Moegen – Fairhaven Group.

Betapa terkejutnya Nora saat melihat jumlah dan keadaan kerangka yang ia temukan. Semuanya dimutilasi secara mengerikan dan tampaknya pelakunya adalah seorang profesional, karena potongannya begitu rapi dan teliti. Setelah mengumpulkan beberapa sampel seperti potongan tulang dan rambut, Nora dan Pendergast mulai bekerja mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa pelaku pembunuhan keji tersebut.

Pada awal penyelidikan, Pendergast menemukan sebuah fakta bahwa di atas situs tersebut, dulunya berdiri sebuah bangunan yang bernama J.C Shottum’s Cabinet of Natural Productions and Curiosities. Bangunan tersebut adalah cikal bakal museum sejarah alam. Isi Shottum’s Cabinet adalah artefak –artefak aneh dari seluruh penjuru dunia yang berupa fosil, tulang belulang, kepala yang diciutkan, burung yang diawetkan, dan masih banyak lagi. Setelah melalui beberapa penyelidikan, mereka menemukan bahwa pembunuhnya adalah seorang Profesor bernama Enoch Leng yang menyewa ruangan di Shottum’s Cabinet. Profesor tersebut membunuh demi menciptakan ramuan keabadian.

Belum tuntas penyelidikan atas Prof. Leng, serangkaian pembunuhan baru terjadi. Tiga orang ditemukan tewas. Keadaan mayat mereka mirip seperti 36 kerangka yang diteliti Nora dan Pendergast. Siapakah pembunuh yang meniru gaya Prof. Leng? Ataukah jangan-jangan pembunuhnya adalah Leng sendiri yang berhasil menjadi manusia abadi? Siapa sebenarnya Pendergast? Mengapa ia begitu tertarik pada kasus ini, padahal sebenarnya FBI tidak memiliki kewenangan resmi untuk menyelidiki kasus semacam ini?

*******

Jujur saja, ini pertama kalinya saya membaca karya Douglas Preston dan Lincoln Child. Padahal, setelah saya sempatkan browsing dan mencari tahu tentang mereka, saya temukan ternyata Douglas Preston sudah menulis 17 novel thriller dan horor. Empat diantaranya adalah karyanya sendiri dan sisanya berduet dengan Lincoln Child. Cukup banyak juga ternyata karya yang sudah mereka buat.

Kalimat pertama yang keluar dari mulut saya, saat akhirnya dapat menyelesaikan novel ini adalah “akhirnya…capeknyaaa…..” T__T
Ya, novel ini sungguh membuat saya lelah. Selain karena halamannya lumayan tebal, 620-an halaman, tempo ceritanya juga lambat. Apa ini memang ciri khas Douglas dan Lincoln? Entahlah…..

Tapi untuk penggila novel thriller dan misteri, novel ini pasti sangat menyenangkan untuk dibaca. Banyak hal tak terduga dan sulit ditebak, temasuk identitas pembunuhnya. Misteri siapa sebenarnya Pendergast juga merupakan daya tarik novel ini. Anehnya, sampai akhir novel saya tidak tahu nama depan Pendergast. Entah saya yang terlewat dalam membaca atau memang tidak disebutkan.

Kelebihan lain novel ini adalah banyak pengetahuan baru yang bisa didapat, khususnya untuk saya sendiri yang minim pengetahuan tentang dunia arkeologi dan sejarah. Lalu ada juga beberapa kutipan yang saya suka, salah satunya adalah:

Apalah arti hidup panjang bila dijalani dalam petaka dan kesedihan?

Saya setuju sekali dengan kalimat di atas. Untuk apa hidup abadi jika orang – orang tersayang sudah tidak ada, dan kita hanya hidup dalam kesengsaraan dan kesedihan. Apalagi sampai mengorbankan banyak nyawa manusia.
Akhir kata, saya beri rate 3 dari 5 untuk buku ini.

Advertisements
THE ETERNITY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s