Separuh Jiwa (?)

Berawal dari membaca tweet seseorang, saya menjadi sedikit memahami arti “separuh jiwa”, yang digunakan untuk menyebut pasangan hidup dan pemilik hati kita. Bahwa sesungguhnya pasangan kita itu yang melengkapi kita. Membuat kita merasa utuh. Tidak seharusnya berpasangan hanya untuk membunuh kesepian semata.

Dan saya juga menyadari, bahwa selama ini saya begitu kesepian dan bukan jatuh hati. Tapi bukankah manusiawi kalau kita merasa kesepian? Adakah orang yang tidak pernah merasakannya? Apakah salah, kalau kita memanfaatkan orang lain untuk melawan kesepian? Memanfaatkan rasa sayang orang tersebut kepada kita? Sementara kita menunggu “separuh jiwa” yang bisa membuat kita merasa utuh. Bukan hanya seseorang yg dapat menemani di setiap kesepian kita.

Tapi pernahkah kita berpikir, kalau mungkin saja, dia yg menemani setiap kesepian kita, adalah “separuh jiwa” kita. Ternyata dia begitu dekat dan kita tidak tahu…

Advertisements
Separuh Jiwa (?)

2 thoughts on “Separuh Jiwa (?)

  1. Humm… untuk menjawab semua keraguanmu. Cobalah memosisikan dirimu sebagai dia. Sakit hati nggak rasanya kalau kita hanya hadir untuk mengusir rasa kesepian orang yg kita sayangi. Hehe

    Semoga dia yang selalu menemani adalah soulmatemu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s