18 Januari 2013 yang tak terlupakan

Pagi itu, hujan turun deras sekali. Saya memakai jas hujan dan bersiap berangkat ke kantor. Sebelum memakai helm, saya memastikan penutup kepala jas hujan terpasang dengan benar. Saat di depan kaca, saya melihat wajah saya agak pucat. Dan entah kenapa tiba-tiba saja terbersit pemikiran, kalau saat meninggal nanti, wajah saya pasti seperti ini. Tapi kemudian saya tertawa kecil, memulas lipstik, dan segera berangkat ke kantor.

Seperti biasanya, lalu lintas cukup padat karena banyaknya orang yang berangkat kerja. Semuanya lancar, sampai tiba-tiba ada pengendara motor yang mendahului saya dari sebelah kanan. Karena motornya terlalu mepet dengan motor saya, spion kanan motor saya tersangkut jas hujan orang tersebut, dan jatuhlah saya ke aspal yang keras. Saya tidak terlalu ingat kronologisnya, tapi saya merasakan ada motor yang lewat di atas kepala saya. Keadaan saya saat itu tengkurap di aspal, karena terlempar dari motor sejauh kira-kira satu meter. Saya tidak bisa bergerak sampai ada seorang ibu yang membantu saya untuk bangun dan berjalan ke pinggir. Orang-orang, termasuk pengendara motor yang menyebabkan saya jatuh, berkerumun di sekitar saya. Mereka bertanya bagaimana kondisi saya, apa ada yang sakit, dan sebagainya. Saya merasakan nyeri di punggung tangan kanan, siku kiri, dan paha kanan. Ternyata jas hujan saya robek di bagian siku kiri, sehingga siku saya berdarah. Punggung tangan kanan lecet-lecet dan paha dan betis kanan nyeri, yang ternyata terkilir. Kerusakan motor, spion kanan lepas dan footstep bengkok. Tapi diatas semuanya, yang membuat saya masih bisa bersyukur adalah, saya masih hidup. Dan tiba-tiba, saya teringat kilasan kejadian sewaktu berkaca di rumah. Mungkin itu semacam firasat.

Tapi apapun itu, saya harus mengucap syukur alhamdulillah. Allah SWT masih memberi kesempatan saya untuk beribadah lebih baik lagi, memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan menebus dosa-dosa saya yang banyak ini.

Ah…lega sekali sudah menuliskan pengalaman saya ini. Semoga ini bisa menjadi pengingat, terutama untuk diri saya sendiri, bahwa kematian sangatlah dekat dan janganlah menyia-nyiakan hidup yang diberikan Tuhan kepada kita.

Advertisements
18 Januari 2013 yang tak terlupakan

6 thoughts on “18 Januari 2013 yang tak terlupakan

  1. kadang kita suka ndak sadar dengan pertanda yang dikasih Allah ke kita ๐Ÿ™‚ , tapi mungkin itulah gunanya agar kita selalu berprasangka baik, bukankah Allah sesuai dgn prasangkaan hamba Nya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s